loading...
×
= [ LIKE PAGE & CLOSE (X) ] To Read Article =

Mengenal Masa Kecil Sukarno Sang Presiden Pertama Indonesia, Bersedih Karena Petasan


Indonesia sebuah negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Tepat satu hari setelah kemerdekaan, Sukarno dilantik menjadi Presiden pertama Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dimana dipilih secara aklamasi. Sukarno dikenal pandai berpidato dan juga pandai diplomasi sehingga nama Sukarno tidak hanya harum di Indonesia namun juga dibeberapa negara karenanya tidak sedikit jalan dan tempat dinegara lain mengambil nama dari Sukarno.


Kalau kehidupan dewasa Sukarno sudah banyak disorot dari perjuangannya hingga memimpin Indonesia dan kehidupan pribadi lainnya seperti memiliki banyak istri namun bagaimana dengan keadaaan Sukarno pada waktu masih kecil ? jarang sekali yang menyorot kehidupan Sukarno masih kecil dan dalam kesempatan kali ini akan dibahas.


Berbicara masa kecil Sukarno maka dapat dikatakan jauh dari kesan kaya dimana Sukarno hidup dengan keluarganya dengan sangat sederhana. Sukarno sebenarnya mewarisi garis bangsawan dari sang ayah maupun dari sang ibu namun garis bangsawan itu tidak menjamin hidup mewah apalagi selama ini kita tahu Indonesia lama dijajah.

Dari garis sang ayah yaitu Raden Soekemi Sosrodihardjo masih memiliki garis keturunan bangsawan Kediri sedangnya ibunya yaitu ida Ayu Nyoman Rai memiliki garis bangsawan dari Bali. Seperti sudah dijelaskan diatas tidak menjamin memiliki garis keturunan bangsawan akan hidup bergelimang harta. Ayah Sukarno adalah seorang guru. Gaji guru waktu itu sebesar sekarang dimana sekarang dapat dikatakan lebih dari cukup. Pada masa era ayah Sukarno gaji guru tidaklah besar dan dapat dikatakan pas-pasan kalau mau hidup sederhana. Sehari-hari Sukarno dan keluarga lebih banyak memakan ubi kayu ataupun jagung.


Kehidupan keluarga Sukarno juga berpindah-pindah pernah tinggal di Blitar, Surabaya, dan juga pernah tinggal d Mojokerto. Ada suatu hal yang berarti bagi Sukarno dan bermanfaat sampai dewasa yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh ayahnya kepada Sukarno. Ayah Sukarno selalu mendorong Sukarno untuk belajar dan belajar. Sukarno waktu sangat kecil sudah ditekankan untuk belajar membaca. Tidak hanya itu ibu Sukarno begitu sangat menyayangi anak-anaknya. Dikutip dari historia.id.

Sukarno waktu kecil tidak seperti anak-anak sekarang dimana banyak memiliki mainan yang bagus-bagus. Sukarno hanya menggunakan bahan dari alam untuk digunakan sebagai mainan seperti daun, aliran sungai, dan sejenisnya.

Sukarno kecil ada yang sangat dikenang hingga besar yaitu mengenai petasan dimana saat lebaran tiba dirinya sedih tidak bisa bermain petasan seperti anak-anak lainnya karena tidak mempunyai uang untuk membeli petasan. Dirinya lebih memilih didalam kamar dan menyaksikan nyala petasan dari atas atap yang mana atap rumahnya ada lubang. Sukarno hidup sangat sederhana dimana rumahnya juga bukan dari beton namun dari kayu. Kehidupan di Mojokerto setelah pindah dari Surabaya bukan berarti lebih makmur namun sama saja dengan kesederhanaan. Sukarno begitu sedih tidak bisa seperti lainnya menyalakan petasan dan bermain bersama temannya dengan petasan. Kesedihan Sukarno terobati saat kolega dari ayahnya datang dan membawakan sebuah bungkusan untuk Sukarno dan tidak dikira ternyata bungkusan itu adalah petasan.


Sumber







Categories : BATHROOM NEWS VIRAL

Related Posts

No comments:

Post a Comment

loading...

HIGHLIGHTS

PAGEVIEWS